Klick

Maret 31, 2019

APAKAH MENCIUM MUSHAF AL QUR’AN ADALAH SUNNAH?

📒 *APAKAH MENCIUM MUSHAF AL QUR’AN ADALAH SUNNAH?*


✍🏻 Oleh Ustadz Berik Said Hafizhahullah


```Kamu pernah enggak mencium mushaf Al Qur’an, atau menempelkannya di kening, atau mendekapnya di dada setiap kali akan atau selesai membacanya sebagai atas nama kecintaan terhadap Al Qur’an ?```

Kalaupun belum, kamu pernah tidak melihat mereka yang pernah melakukannya ?

*Nah apakah hal ini termasuk sunnah ?*
Insya Allah dalam risalah ini ana secara ringkas akan mengulasnya, semoga bermanfaat….

🎙 Fatwa Syaikh Al ‘Utsaimin rahimahullah:

تقبيل المصحف بدعة

*"Mencium mushaf (Al Qur’an) adalah BID”AH.*

لأن هذا المقبل إنما أراد التقرب إلى الله عز وجل بتقبيله

*Hal ini karena orang yang mencium mushaf Al Qur'an, saat menciumnya bertujuan sebagai bentuk taqarrub kepada Allah (peribadatan).*

ومعلوم أنه لا يتقرب إلى الله إلا بما شرعه الله عز وجل

Padahal telah ma’lum bahwasanya *tak boleh melakukan taqarrub kepada Allah (peribadatan) kecuali dengan apa yang disyariatkan oleh Allah 'Azza wa Jalla.*

ولم يشرع الله تعالى تقبيل ما كتب فيه كلامه

Dan Allah Ta’ala *tidaklah mensyariatkan untuk mencium apa yang didalamnya tertulis kalam-Nya (mushaf).*

وفي عهد النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم كتب القرآن لكنه لم يجمع إنما كتب فيه آيات مكتوبة

```Di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Al Qur’an juga telah ditulis (di atas pelepah dan sebagainya -pent) walau masih dalam lembaran yang masih berserakan, belum terhimpun.```

ومع ذلك لم يكن يقبلها صلى الله عليه وعلى آله وسلم ولم يكن الصحابة يقبلونها

Namun bersamaan dengan itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam *tak pernah menciumnya* _(lembaran yang bertuliskan ayat Qur’an –pent),_ dan para shahabat radhiyallahu ‘anhum pun *tak ada yang pernah menciumnya.*

فهي بدعة

Maka (ini semua menunjukkan) *bahwa hal itu adalah bid'ah.*

وينهى عنها

*Dan mesti dicegah dari melakukannya.*

ثم إن بعض الناس أراه يقبله ويضع جبهته عليه كأنما يسجد عليه

```Lantas ada sebagian manusia yang aku melihat dia mencium mushaf tersebut dan bahkan lalu neletakkan mushaf tersebut pada keningnya, seakan-akan ia sedang bersujud  padanya.```

وهذا أيضا منكر.

Maka ini juga (termasuk perbuatan yang) *munkar."*
_(Fataawaa Nuur ‘alaa darb li Syaikh al ‘Utsaimin rahimahullah I:42)_

Dalam kesempatan lain saat Syaikh Al ‘Utsaimin rahimahullah ditanya tentang adakah periwayat dari shahabat radhiyallahu ‘anhum bahwa mereka mencium mushaf Al Qur’an atau mendekap Al Qur'an itu di dada?

🎙 Maka Syaikh Al ‘Utsaimin rahimahullah menjawab:

لا أظنه يصح عن الصحابة,

_"Aku tidak menganggap ada informasi yang shahih dari (seorang) shahabat pun (bahwa mereka pernah mencium mushaf atau mendekapkannya di dada sebagai bentuk peribadatan –pent)._

هذا بدعة محدثة أخيراً,

Ini adalah *bid'ah yang diada-adakan di era belakangan ini.*

والصواب أنها بدعة وأنه لا يقبل,

Dan yang benar bahwa hal tersebut adalah suatu perkara *Bid'ah* dan *tak boleh menciumnya.*

ولا شيء من الجمادات يقبل إلا شيء واحد وهو الحجر الأسود,

*Tak ada satupun benda mati yang boleh dicium sebagai bentuk peribadatan kecuali satu, yakni : hajar aswad.*

وغيره لا يقبل.

*Selain hajar aswad, maka tak boleh ada benda lain yang dicium* _(sebagai bentuk peribadatan –pent)._

احترام المصحف حقيقة بألا تمسه إلا على طهارة,

*Memuliakan mushaf Al Qur'an yang hakiki* _(sebab biasanya inilah alasan yang digunakan mereka yang menganggap sunnah mencium Mushaf Al Qur’an atau menempelkan di keningnya atau mendekapkannya di dada –pent)_ *adalah dengan tak menyentuhnya kecuali dalam keadaan suci.*

وأن تعمل بما فيه.

*Dan engkau beramal dengan apa yang ada didalamnya (tuntunan Al Qur'an –pent).*

تصديقاً للأخبار

*Membenarkan segala apa yang dikabarkan Al Qur'an.*

وامتثالاً لأوامره

*Mengerjakan segala perintahnya (yang terdapat dalam Al Qur'an).*

واجتناباً لنواهيه.

Serta *menjauhi segala larangannya* (maka inilah *hakekat memuliakan Al Qur'an* –pent)."
https://www.sahab.net/forums/index.php =92730

🎙 Fatwa Syaikh Al Albani rahimahullah:
Saat ditanya tentang hukum mencium mushaf Al Qur’an, maka beliau menjawab – diantaranya:

هذا مما يدخل – في اعتقادنا – في عموم الأحاديث التي منها

"Menurut keyakinan kami, bahwa perbuatan ini termasuk pada keumuman hadits yang di mana di dalamnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

( إياكم ومحدثات الأمور , فإن كل محدثة بدعة , وكل بدعة ضلالة )

*“Hati-hatilah kalian terhadap perkara-perkara (ibadah) yang diada-adakan, sebab semua ibadah yang diada-adakan adalah bid'ah dan semua bid'ah adalah sesat.*

وفي حديث آخر

Dalam hadits lain disebutkan:

كل ضلالة في النار

*“Dan semua kesesatan tempatnya di neraka.“*

فكثير من الناس لهم موقف خاص من مثل هذه الجزئية , يقولون : وماذا في ذلك ؟! ما هو إلا إظهار تبجيل وتعظيم القران ,

Kebanyakan orang jika ditanya alasan *apa yang melatarbelakangi hal ini?* _maka mereka akan mengatakan bahwa mencium mushaf adalah sebagai bentuk pemuliaan dan penghormatan terhadap Al Qur'an._

ونحن نقول صدقتم ليس فيه إلا تبجيل وتعظيم القران الكريم !

```Maka kami katakana : “Benar … anda telah benar bahwa itu sebagai bentuk pengagungan dan penghormatan terhadap Al Qur'an.```

ولكن تُرى هل هذا التبجيل والتعظيم كان خافياً على الجيل الأول -وهم صحابة الرسول صلى الله عليه وسلم- وكذلك أتباعهم وكذلك أتباع التابعين من بعدهم ؟

Tapi persoalannya adalah (Apabila cara menghormati dan mengagungkan Qur’an itu dengan cara menciumnya –pent) maka *mengapa cara ini* (kalau dianggap cara yang benar –pent) *tak pernah dilakukan oleh generasi utama ummat ini, yakni mereka para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan juga tidak dilakukan oleh generasi dibawahnya (tabi'in) dan tabi'ut tabi'in* (padahal mereka adalah generasi terbaik ummat, paling semangat agama, dan paling faham syari’at –pent) ?

لا شك أن الجواب سيكون كمال قال علماء السلف :

*Tidak diragukan (jika saja mencium mushaf Qur'an adalah sunnah, sudah barang tentu mereka akan bersegera mengamalkannya–pent)* sebagaimana perkataan salaf:

لو كان خيراُ لسبقونا إليه .

*“Seandainya suatu perkara (yang kalian anggap sebagai bagian dari agama itu memang benar-benar ada sumbernya yang shah dan benar-benar baik –pent) niscaya mereka (para sahabat Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam) telah lebih dulu melakukannya !!“*
https://www.sahab.net/forums/index.php? =92730

◽ Sebagai penutup kami merasa alangkah bagusnya mencantumkan perkataan Syaikh Dr. Arafat bin Hasan Al Muhammadi hafizhahullah dalam masalah ini yang berkata:

تقبيل المصحف لم يكن مأثورا،

*"Mencium mushaf tidak memiliki landasan dalil.*

ولا صح عن أحد من الصحابة،

*Dan tidak ada informasi shahih seorang pun dari shahabat radhiyallahu ‘anhum (yang menunjukkan disukainya hal ini –pent).*

ولا يقاس على الحجر الأسود،

Dan hal ini *tidak bisa diqiaskan dengan (kebolehan) mencium hajar aswad!!* tidak.

ونص بعض الفقهاء على بدعيته،

_Dan sebagian ulama ahli fiqih menyatakan bahwa itu merupakan_ *bid'ah.*

وعجبت لمن يقبله ويخالفه ظاهرا وباطنا.

Dan *saya heran kepada mereka (yang atas nama mengagungkan, memuliakan dan cinta –pent) terhadap Qur'an menciumi mushafnya, namun ia menyelisihi Al Qur'an baik lahir maupun batinnya.*
https://twitter.com/Arafatbinhass…/status/787903278122164224

Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin, wa shallallahu ‘alaa Muhammadin

🔰 @Manhaj_salaf1

•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•


Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Tidak ada komentar: