Klick

Maret 31, 2019

KESALAHAN-KESALAHAN DALAM ADZAN DAN IQOMAH YANG HARUS DI KETAHUI

*📚KESALAHAN-KESALAHAN DALAM ADZAN DAN IQOMAH YANG HARUS DI KETAHUI*

*⛔Membaca surah al-Ahzab ayat 56 sebelum adzan.*

Kesalahan yang banyak dilakukan oleh para muadzin di beberapa masjid di negeri ini yaitu membaca ayat 56 surah al-Ahzab sebelum adzan:
” Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (QS. Al-Ahzab: 56).

*Bacaan ayat Al-Qur’an tersebut sebelum adzan adalah perbuatan bid’ah dhalallah (perkara baru yang buruk) karena tidak ada contoh atau tuntunannya dari Rasulullah, para shahabatnya (terutama para muadzin zaman Nabi), para ulama salafus sholeh lainnya dan juga tidak pernah diajarkan oleh para imam Mahdzab yang empat (Maliki, Hanafi, Hambali, Syafi’i). Justru yang dituntunkan oleh Rasulullah adalah bersholawat setelah adzan dan berdo’a sesudahnya.*

*⛔Tidak mengulang lafadz adzan dan iqomah bersama muadzin.*

Termasuk kesalahan yang sudah memasyarakat yaitu lengahnya kaum muslimin menjawab atau mengulangi lafadz dari seruan muadzin dan sibuk berbicara dengan lainnya dalam urusan dunia.

 *Padahal Nabi sangat menganjurkan hal ini dengan sabda beliau: “ Bila kalian mendengar seruan (adzan), maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan muadzin” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)*→Walaupun hal ini tidak wajib (tidak berdosa bagi yang meninggalkannya) tetapi kita harus beradab terhadap seruan adzan karena sunnah.

*⛔Tidak bersholawat kepada Nabi setelah adzan*

Kebanyakan kaum muslimin lupa akan hak yang teringan dari hak-hak Nabi atas umat beliau, yaitu bershalawat kepada beliau setelah adzan.

*Nabi bersabda: “Jika kalian mendengar muadzin maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkannya. Kemudian ucapkanlah sholawat kepadaku, karena siapa yang mengucapkan sholawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali…” (HR. Muslim (2/4) dan At-Tirmidzi (2/282))*

*⛔Tergesa-gesa dalam mengumandangkan iqomah setelah adzan pada waktu sholat maghrib*

Kesalahan yang banyak terjadi di masjid-masjid / musholla adalah pada waktu sholat maghrib berjama’ah, muadzin tergesa-gesa dalam mengumandangkan iqomah padahal baru selesai adzan.

Sebagian mereka beralasan bahwa waktu maghrib itu singkat, jadi harus segera sholat. Sesungguhnya ini adalah keyakinan dan perbuatan yang salah karena perkara ini menolak suatu kebaikan.

*Padahal Rasulullah menganjurkan apabila masuk ke masjid hendaknya melakukan sholat Tahiyatul masjid bagi jama’ah yang baru datang ke masjid setelah adzan (sesuai Hadits Nabi yang keluarkan oleh Al-Bukhari no. 444) atau disunnahkan melakukan sholat qabliyah (sebelum) maghrib sesuai sabda Nabi: “Sholatlah kalian sebelum sholat maghrib (3kali), Pada kali ketiga, beliau bersabda, “Bagi siapa saja yang mau.” (HR. Al-Bukhari)*

*⛔Menambah kalimat pada do’a setelah adzan:*

*"Wad Darajatal ‘Aliyatar Rafi’ah…” dan “Ya arhamar Rahimin”*

*Tambahan lafadz tersebut dalam do’a sesudah adzan tidak ada karena tidak diriwayatkan dalam hadits Nabi yang shahih.*

*📚Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata tentang hal ini: “Kalimat waddarajatur rafi’ah tidak memiliki jalan (riwayat dalam hadits) sedikitpun. Ar-Rafi’I menambahkan di akhir adzan dalam Al-Muharrar dengan lafadz: “Ya Arhamar Rahimin”, lafadz ini juga tidak memiliki jalan sedikitpun.” (Lihat Kitab At-Talkhishul Habir (1/201), Al-Aqashid Al-Hasanah hal.212).*

Maka langkah yang perlu diambil sebagai seorang muslim yang baik adalah meninggalkan tambahan lafadz tersebut supaya tidak terjerumus dalam perkara bid’ah.

*⛔Mengulang lafazh adzan di dalam WC.*

*📚Imam Nawawi Asy-Syafi’I berkata:”Makruh (dibenci) berdzikir kepada Allah Ta’ala atau berbicara sesuatu sebelum keluar darinya (WC), kecuali dalam keadaan darurat. Jika ia bersin, hendaklah bertahmid dengan hatinya dan tidak perlu menggerakkan lidahnya.” (Lihat Kitab RaudhatuAth-Thalibin (1/66))*

*⛔Mengumandangkan adzan dengan radio atau kaget.*

*⛔Kesalahan dalam adzan dan melagukannya, sehingga merubah huruf-huruf, harakat-harakat dan sukun-sukun, terkurangi dan bertambah dalam rangka menjaga keserasian lagu.*

*Semoga Allah merahmati Imam Al-Qurthubi, bahwa ia berkata: “ Hukum muadzin yang memanjangkan adzan adalah tidak boleh melagukannya, sebagaimana yang telah dilakukan oleh kebanyakan orang-orang awam pada hari ini. Bahkan kebanyakan orang awam dalam mengumandangkan adzan telah keluar dari batasan yang disyariatkan.*

*Dalam mengumandangkan nada adzan tersebut mereka melakukan pengulangan-pengulangan dan banyak pemutusan, sehingga apa yang dia serukan tidak bisa dipahami.” (Kitab tafsir Qurthubi (6/230) dan lihat juga Al-Madkhal (3/249), Ad-Dinul Khalish (2/92)*

*🚫Beriqomah sholat dalam keadaan badan membelakangi Kiblat atau sambil berjalan, seharusnya menghadap arah kiblat dan berdiri dengan diam / tidak berjalan dan masih banyak yang lainnya.*

*Demikianlah sedikit uraian untuk mengenal sunnah dalam adzan dan iqomah serta kesalahan-kesalahan yang sering terjadi di daerah sekitar kita, semoga kita bisa mengambil faidah dan bisa mengamalkan sunnah dengan sebaik-baiknya. Wallahu a’lam bishshowab.*

➖➖➖➖🌴🌴🌴🌴🌴➖➖➖➖

*Maraji’ :*

_Diringkas dengan perubahan dari Kitab Aktsaru Min Alfi Sunnatin Fil Yaum Wal Lailah (Lebih Dari 1000 Amalan Sunnah Dalam Sehari Semalam) oleh Syaikh Khalid Al-Husainan; Kitab Hisnul Muslim oleh Syaikh Said bin Ali Al Qathani; Kitab Minhajul Muslim oleh Syaikh Abu Bakr Jabir Al-Jazairi; Kitab Al-Qaulul Mubiin fi Akhta’il Mushallin oleh Syaikh Masyhur bin Hasan Salman; Kitab Irsyadus Salikin ila Akhtha’i Ba’dhil Mushallin oleh Abu ‘Ammar Mahmud Al-Misri, Majalah Asy-Syariah Vol. V/No. 49/1430 H/2009M._
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*📝Abu Umair Abdurr'auf Al Baganiy*

Tidak ada komentar: